<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/283894426242110791?origin\x3dhttp://triirhan.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Circle to Universe

feel fun, think positive, do great !

Kurang Ajar !

2009/02/03

Kalau kalian dengar pelecehan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap murid, itu biasa terjadi (sayangnya). Tapi kalau pelecehan yang satu ini tuh dilakukan oleh beberapa (atau hampir semua) murid yang berguru terhadap guru yang dilecehkan itu. jenis pelecehan ini sih emang ga berbahaya atau ga bersifat menyiksa jiwa dan raga guru itu, tapi kalau setiap KBM, anak-anak selalu have fun dengan dilecehkannya guru itu…apa ga bisa disebut menzalimi seorang guru?!


Aku ikut les bahasa inggris di sebuah tempat kursus terkemuka (aku ga sebut namanya ya, berhubung kisah memalukan ini). Seminggu itu 2 kali pertemuan yang menguntungkan bagiku karena aku bisa dapat ilmu yang baru dan bermanfaat. Aku ga tau tuh dalam setiap pertemuannya, si guru( sebut saja Mr.Aditya) merasa tertekan atau enggak, tapi dia sendiri sih bilang kalau dia punya karisma dalam mengajar sehingga dia menikmati mengajar kami yang pintar-pintar bahasa inggrisnya. Hoho.. Berikut kisah sedih guru itu..
Pertemuan 1, 2, 3….
Mr.Aditya memang mengajar dengan penuh karisma, dia aktif, produktif, inisiatif, kreatif, inovatif, motivatif,..pokoknya segala yang berakhiran –if, karena itu dia jadi senang bergaul, terbuka plus sksd terhadap murid-muridnya selayaknya seorang teman dekat. Kebetulan juga umurnya masih muda, sehingga kami bisa saling kenal dengan mudah. Kami masih menjalani KBM dengan ‘layak’. Kami juga masih have fun dengan ‘fair’.
Pelajaran berikutnya…
Kami mulai belajar ‘describing things’. Aku mempresentasikan benda yang Mr.Adit berikan, “I have a ball. It is made of cutton. It is a spherical ball and it`s used to throw to your head.” Mungkin yang tadinya Mr.Adit akan membenarkan penjelasanku, jadi berubah memberikan sebuah senyuman yang diartikan sebagai ”capek dech.” Tapi aku bener-bener ga bermaksud memelopori kasus pelecehan ini!
Giliran temanku yang bernama Ricky mempresentasikan, “This is a shaving cream. It shaped like a tube. It`s used for shaving. Which Mr.Adit don`t use shaving cream when he`s shaving. Right, sir ?”. Yang lain tertawa. “No, I don`t do the shaving !” Mr.Adit membela diri.
Pertemuan berikutnya…
Kami belajar ‘judging by appearance’(menilai dari penampilan). Mr.Adit memperlihatkan sebuah gambar (merupakan metode belajar kami) dimana ada 2 orang yang terlihat baru saja bertabrakan, si kakek di gambar itu berlepotan telur belanjaannya dan terlihat marah, anak muda di gambar berusaha mengambil bola baseball di dekat kakek itu dan kelihatan kesal. Mr.Adit bertanya kepada kami, “what do you think was just happening?” temanku yang bernama Gen menjawab, “They look as if they`re going to kill you.” Ha ha ha …yang lain tertawa, tapi Mr.Adit diam saja. “It seems as though they`ve crashed each other because they saw you.” Ricky menimpali, yang lain tertawa lagi, tapi Mr.Adit tetap jaim.
Saat game (termasuk metode belajar kami setiap pertemuannya), Mr.Adit kembali dijadikan lelucon. Mr.Adit menunjukkan kertas bertuliskan ‘the room smells odour.’, “what do you think was happened?” tanya Mr.Adit. “it looks as if you have came into the room!” gen menjawab dengan yakin dan penuh kemenangan, semuanya termasuk aku tertawa, Mr.Adit hanya tersenyum simple tanda menyerah. Karena dia yang memberi kami skor, jawaban Gen barusan tetap dia beri skor tinggi sesuai aturan. “God, give me patience please.” Mr.Adit mengulurkan tangannya ke atas seperti berdoa. “Walah, sir !” Ricky menimpali actingnya. Semua memang menganggap Mr.Adit tidak keberatan untuk dibuat bahan tertawaan.
Pertemuan selanjutnya…
Kami belajar ‘past perfect continuous’, Mr.Adit memberi kami contoh kalimat, dan seperti biasa muri-murid harus membantu melengkapi contoh kalimat. “she has a stomachache because …” tulis Mr.Adit. “because she had been eating…”aku menjawab sambil berpikir mencari ide. Mr.Adit menulisnya di whiteboard. “…because she`d been eating your cookies.” Lanjut Gen dengan semangat kepada Mr.Adit, yang lain tertawa. Kalau yang ini, Mr.Adit malah menuliskan ‘she has a stomachache because she`d been eating his cookies.’ “ who do you mean his in here?”tanya Ricky. “his is Aditya.” Jawab Gen tanpa merasa bersalah, yang lain kembali tertawa. Mr.Adit buru-buru merubah tulisannya dan malah ikut tertawa.
Pertemuan berikutnya…
Kami belajar if-conditional type 2. Mr.Adit memberi contoh kalimat “if I had enough money, I would go around the world.” Tapi Ricky mengelaknya, “No, sir. You supposed to say it.. if I had enough money, I would do the plastic surgery.” Semuanya tertawa, memang selalu tertawa! Ha ha ha….
Contoh kalimat lain dalam if-conditional type 4. Mr.Adit mendikte soal kepada kami, “I can`t sing, I failed the audition last week.” Mr.Adit bukanlah orang yang ga teliti atau mudah dijebak, tapi teman-temanku aja yang lebih cerdik dan kreatif dari dia. “oh poor you, you indeed can`t sing.” Kata Ricky. “Rick, please be serious.” Mr.Adit masih dan selalu jaim dengan karismanya dalam mengajar.

“Hey, can`t all of you feel my charisma in teaching. I always have charisma, so don`t you cheat upon me.” Mr.Adit berkata sambil tersenyum. “Oh,NO! we don`t feel you have charisma. No, no, no!” semua anak menimpali dengan ribut. Lalu dia bertanya padaku, secara selama ini aku ga ikut-ikutan ngeledekin dia, mungkin dia pikir aku bisa berkata jujur dan berada di pihaknya. “well, actually I can`t feel your charisma either sir.” Jawabku, sekali-kali kan aku mau nyoba ngeledekin dia, kalo ga ikutan ga seru dong.
Pertemuan berikutnya….
Kami disuruh mencocokkan kalimat-kalimat. Sampai pada kalimat terakhir, aku salah menjawab. “Then, what`s the right answer?” aku nanya. “Having seen a naked man, she decided to find a boyfriend.” Jawab Mr.Adit. “So, when you find a naked woman, you decided to find a girlfriend. But don`t you seek a naked woman, just in case to get a girlfriend!” teman-teman selalu bisa menjebaknya atas apa saja yang Mr.Adit ucapkan. Benar-benar keterlaluan.
Saat final test…
Kali itu vakum dulu pelecehannya, semuanya focus mengerjakan test. Tiba-tiba Mr.Adit bersuara, “ don`t you be a smart ass. Know what does it mean? I know you`re smart, but don`t be an annoying person.” Yang lain malah tersenyum geli berusaha untuk ga ketawa.

Label:

posted by Snow on Blue SAKURA, 2:51 AM

0 Comments:

Add a comment