<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/283894426242110791?origin\x3dhttp://triirhan.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Circle to Universe

feel fun, think positive, do great !

Rasi Leo

2009/02/03

Rasi Leo adalah salah satu dari sekian banyak rasi bintang yang terlihat hampir sesuai dengan namanya, yaitu singa. Oleh karena itu, Rasi Leo ini termasuk rasi yang mudah dikenali. Terletak pada asensiorekta 11h dan deklinasi 150, Rasi Leo berbatasan dengan Rasi Ursa Mayor, Leo Minor, Cancer, Hydra, Sextans, Crater, Virgo, dan Coma Berenices. Rasi Leo tampak jelas dilihat pada bulan April di langit belahan bumi utara.


Untuk menemukan Rasi Leo di langit, akan lebih mudah menemukan bentuk tanda tanya terbalik pada rasi itu terlebih dahulu. Rasi Ursa Mayor yang terdapat di sebelah utara Rasi Leo dapat juga dijadikan acuan untuk menemukan Rasi Leo.

Seperti yang kita ketahui, pada Rasi Ursa Major terdapat bentuk gayung di dalamnya atau biasa disebut bintang tujuh. Ikuti saja bentuk gayung tersebut mulai dari pegangannya ke bagian bawah gayung. Kita akan sampai ke satu bintang terang, Regulus. Bintang ini kemudian akan menuntun kita ke bentuk tanda tanya terbalik yang ada di sebelah atasnya, yang selanjutnya akan menuntun kita melihat keseluruhan bentuk singa pada Rasi Leo.

Regulus, bintang terang yang telah disebutkan tadi tak lain adalah bintang yang paling terang ( ? Leo) di Rasi Leo. Memiliki magnitudo (skala kecerlangan bintang) 1.4, diameter dan massanya tiga kali lebih besar dari matahari. Temperatur permukaannya sekitar 12.500 K, bandingkan dengan matahari kita yang “hanya” 6.000 K. Tidak heran jika Regulus, yang jaraknya sekitar 78 tahun cahaya dari bumi ini, dapat bersinar 160 kali lebih terang daripada matahari kita.

Nama Regulus, yang artinya bintang kecil, diberikan tak lain oleh astronom terkenal Polandia, Nicholaus Copernicus. Dalam peradaban Sumeria kuno, Regulus berarti bintangnya Raja. Regulus termasuk salah satu bintang yang mudah kita kenali di langit malam.

Jika diamati dengan cermat melalui teleskop, Regulus sebenarnya bukan bintang tunggal. Ia merupakan bintang majemuk yang terdiri dari tiga bintang. Dalam astronomi, bintang majemuk (multiple stars) adalah suatu sistem yang dibentuk oleh lebih dari satu komponen bintang yang terikat satu sama lain akibat gaya tarik gravitasi antar bintang-bintang itu dan semua mengorbit mengitari titik pusat massanya. Contohnya adalah bintang ganda yang dibentuk oleh dua komponen bintang.

Bintang Denebola adalah bintang kedua paling terang ( ? Leo) pada Rasi Leo. Nama Denebola berasal dari Bahasa Arab “Al-Dhanab-Al-Asad”, artinya ekor singa, yang memang sesuai dengan letaknya.

Selain Regulus dan Denebola, bintang-bintang yang lebih redup pada Rasi Leo pun telah mempunyai nama. Sesuai dengan urutan kecerlangannya, mereka adalah Algieba (?1Leo), Zosma ( ? Leo), Ras Elased Australis ( ? Leo), Adhafera ( ? Leo), ? Leonis, Chort ( ? Leo), Al Minliar Al Asad ( ? Leo), Alterf ( ? Leo), Ras Elased Borealis ( ? Leo), dan Subra ( ? Leo). Regulus, ? Leonis, dan Algieba, bersama dengan bintang lain yang lebih redup yaitu Adhafera ( ? Leo), Ras Elased Borealis ( ? Leo), dan Ras Elased Australis ( ? Leo), membentuk tanda tanya terbalik, menandai kepala singa dan rambutnya.

Selain bintang-bintang yang telah disebutkan di atas, dapat juga kita amati galaksi-galaksi yang amat jauh pada rasi Leo ini. Yang terkenal di antaranya adalah galaksi-galaksi spiral M65, M66, M95, M96, dan galaksi elips, M105. Tentu saja, untuk dapat melihat galaksi-galaksi ini, kita harus melihatnya melalui teleskop, mulai dari teleskop sedang, karena terlalu lemah untuk dilihat melalui binokular. Bintang Wolf 359, bintang yang termasuk dekat dengan tata surya kita (7.7 tahun cahaya) .

Label:

posted by Snow on Blue SAKURA, 2:53 AM

0 Comments:

Add a comment